YayBlogger.com
BLOGGER TEMPLATES

Kamis, 04 Juni 2015

Dekap Rindu...

"Ma, Ayesha ikut boleh?" gadis cilik itu memelas minta ikut.
"Ayesha dirumah saja ya, mama cuma pergi sebentar kok, nanti pulangnya mama bawain kesukaan Ayesha ya?" Utari mencoba membujuk Ayesha untuk tinggal dirumah.
"Asyik! Bener ya ma?"
Utari mengangguk tersenyum.
"Sudah cepat pergi, nanti kesiangan," ujar ibu Utari.
"Iya bu, Utari pamit ya, titip Ayesha," ucapnya pelan.
"Hati-hati, sampaikan salam dari ibu," jawabnya.

Hampir satu jam di perjalanan, Utari menuju parkiran motor. Makanan dalam kantong plastik dan uang receh tak lupa ia siapkan.

"Apa kabar? Kamu sehat?" tanya Haris menggenggam tangan Utari.
"Sehat bang, abang sehat? Ibu titip salam," sahut Utari menatap Hari tersenyum.
"Ayesha sedang apa? Sudah pintar apa sekarang?" tanya Haris mengingat sang permata hati.
"Makin pintar, tadi dia minta ikut, tapi aku larang, aku bujuk akhirnya mau. Ayesha makin mirip kamu," jawab Utari.
"O ya? Kangen banget aku sama Ayesha, hampir dua tahun apa masih kenal aku?" Haria balik bertanya.
"Ya kenal dong, kamu kan papanya, dia sering tanya kamu kemana," Utari tertawa.
"Tapi kamu bilang kan nanti papanya pasti pulang?"
"Iya lah, pulang sambil pake baju pelaut," Utari tertawa.

Pahit. Tertawa dalam kepahitan di hampir dua tahun ini. Suaminya yang tertangkap tangan saat pesta narkoba kala itu harus merasakan akibatnya. Utari harus berbohong pada sang buah hati karena Haris tak ingin putri kecilnya ikut merasakan semua ini. Dan Utari terpaksa menjadi tulang punggung keluarga, menggantikan Haris yang mendekam dalam penjara, meski masih diusahakan terus untuk pengajuan rehabilitasi namun sepertinya tipis harapan.

"Ayesha, anak papa yang paling cantik, papa kangen mau peluk Ayesha..." Haris memeluk foto Ayesha kecil dalam tidurnya.



#Day3
#NulisRandom2015

Rabu, 03 Juni 2015

Pilu...

"Sudah siap?"

April mengangguk pelan. Sementara May, sang adik begitu antusias tiap kali hari kunjungan tiba. July hanya tersenyum menatap anak tertuanya. Ia mengerti bagaimana perasaannya, dan ia mencoba untuk mengerti bahwa ada kerinduan terselip diantara malu dan amarahnya. Okto sudah menunggu di dalam mobil yang telah ia sewa 2 hari sebelumnya dari kantor. Untunglah atasan Okto masih menaruh iba dan berbaik hati padanya, setelah kejadian yang menimpa ayah mereka.

"Pril, senyumlah... Lakukan untuk Bapak, buang kekesalanmu," ucap Okto sambil mengambil barang pemberian April.
"Iya mas..." jawaban April terdengar pasrah.

Hanya sekitar satu jam perjalanan menuju tempat Bapak berada saat ini. April hanya terdiam. May begitu ceriwis seolah segudang cerita ingin ia tumpahkan pada Bapak. Sesekali Okto menanggapinya sambil bercanda.

"Januar...!"

Sebuah panggilan menuntunnya untuk segera bersiap menuju pintu kunjungan.

"Bapaaaakkk...!" May langsung berlari memeluk Januar dengan eratnya.

Januar menggendong gadis kecilnya sambil mencium kening dan pipinya. April mencium tangan Bapak sambil berusaha tersenyum.

"Sehat pak?" sapa Okto sambil mencium tangan bapaknya.
"Alhamdulillah..."

Januar segera menghampiri July, memeluknya erat, menahan airmatanya agar tak terlihat mengalir.

"Aku kangen kamu..."

July tak bisa membendung airmatanya, ia sangat rindu kehadiran Januar, sang suami tercinta.

"Kapan Bapak pulang?" pertanyaan April membuat semua terdiam.
"Segera setelah putusan sidang," jawabnya cepat.
"Setahun? Tiga tahun? Lima tahun? Sepuluh tahun?"
"April!" Okto menghardiknya.
"Mas, nggak papa, adikmu hanya perlu tahu kapan Bapak pulang, itu saja," Januar mencoba menengahi anak-anaknya.
"April harus tahu pak, April harus tahu kapan Bapak pulang, April harus tahu apa Bapak bisa ngajarin April saat April mau ujian nanti, April harus tahu kapan Bapak bisa ada di rumah lagi supaya April ada teman main catur bareng, April..."

Kali ini kerinduan April tak terkira pada Januar, sang Bapak yang berada di dalam sel entah sampai tahun ke berapa. Menjadi pengedar narkoba tak begitu mudahnya bisa terbebas dari tuntutan. Januar membiarkan April menangis dalam pelukannya, ia biarkan anak gadisnya yang beranjak dewasa mengungkapkan semuanya di hari itu, setelah kunjungan demi kunjungan ia hanya membisu tanpa sapa padanya.



#Day2
#NulisRandom2015

Senin, 01 Juni 2015

What a May...

Mei yang berlalu... Ini yang kurasakan tentangmu...

Bulan penuh gejolak
Bulan penuh warna
Bulan penuh riuh
Bulan penuh riak
Bulan penuh senyum
Bulan penuh rintik
Bulan penuh iba
Bulan penuh duka
Bulan penuh uji
Bulan penuh sesal
Bulan penuh romantisme
Bulan penuh tawa
Bulan penuh bimbang
Bulan penuh...

Sabar dengan kekuatan penuh

Well, what a May :)



#Day1
#NulisRandom2015

Sabtu, 04 April 2015

Paris nyaris...

Berharap beneran sampai ke Paris...

Saya utak atik, putar puter ini hp gimana seharusnya biar kelihatan keren hasilnya. Berhasil posting dan mengundang tawa, loh salah saya apa diketawain? Tiap orang kan berhak punya mimpi masing-masing? Bersahabat dengan www.smartfren.com sangat membantu saya memposting apa yang ada di alam khayal saya hahaha...

Lalu cerita ini pun dimulai ketika saya belanja bulanan bersama suami dan anak-anak. Sambil menunggu suami, tepat di depan mata saya terpampang salah satu dari mimpi saya, Paris... Langsung sibuk dong pastinya... Sibuk selfie plus sibuk khayal, ih ini bukan khayal sih ini beneran. Meskipun nyaris tapi setidaknya kan sempat mampir di Paris :))

Asyik banget ya jalan-jalan sore sama anak di sekitar menara keren ini, meski cuma nyaris haahaha...
Saya yakin kok suatu saat pasti terwujud, mungkin saat anak-anak sudah besar dan bukan jalan sore sama mereka lagi, tapi sama cucu :) iya mungkin saja...


#selfiestory

Rabu, 18 Maret 2015

Blitz...


"Tunggu apalagi?"

Kamu tersenyum. Menyentuh punggung tanganku lembut, menatapku penuh cinta. Ya, cinta yang selama ini aku tunggu, dan aku tahu kamu pun merasakan yang sama, bahkan lebih. Kubiarkan raba mu menggeliat kulitku, hangat. Kamu tak lagi sekedar mengecup kening ku. Bibir ini sibuk berargumen dengan desahnya. 

"Just love me..." ucapmu pelan.
"Like you do..." 


"Cuuuttt....!!!"



*Lovemelikeyoudo
#FF2in1

Sudah Biasa....

SUDAH BIASA...

Mungkin itu kata yang paling tepat untuk Angga rasakan beberapa tahun ini. Diputusin Wina, dicuekin tiba-tiba sama Tita, diduain Sisi sampai ditinggal nikah Risa. Mungkin kalau bisa hati ini digabrukin sama semua mantan-mantannya, hatinya bukan lagi hancur lebur tapi runtuh menjadi serpihan. Tapi Angga berusaha tegar bagai Rossa, dan nggak berbalik sadis macam lagu Afgan. 

Angga menyalakan handycam nya...

"Oke... Untuk semua mantan-mantan saya, Wina yang sudah mutusin saya, teh Wina nggak salah apa- apa kok, akang yang salah..."
"Untuk Tita yang mendadak berpaling seratus delapan puluh derajat tanpa pesan, ah ambo inda' apo-apo, terserah Tita sajo, uda selalu ingin Tita bahagia..."
"Risa yang sekarang telah berbahagia bersama suaminya, yang juga sahabat saya, uh ini menyakitkan tapi, yah sudahlah..."
"Sisi yang selalu suka hidup di dua dunia, dunia saya dan dunia cowok lainnya, hiks....sakiiitt.... Tapi saya terima kasih lah buat kalian semua, berkat kalian saya kuat eh alias sok dikuat-kuatin... Dan berkat kalian saya jadi terlatih..."

"Terlatih apa?" tanya Inu dari balik handycam.
"Patah hatiiiii...!" teriak Angga kesal.


*Terlatihpatahhati
#FF2in1

Jumat, 13 Maret 2015

My Family 15 Indomanutd ❤

My family 15 Indomanutd...

Setengah dari umur Indomanutd adalah umur pernikahan saya dan ketum tercinta. Dan menjadi bagian dari keduanya adalah hal yang nggak mungkin terlupa dan terbuang gitu aja. Persahabatan yang menjadi bagian dari sebuah keluarga besar. Berawal dari sapa menjadi saling berpeluk keluh kesah dan cerita. Dari yang nggak saling kenal jadi saling memiliki. Mulainya nggak tahu apa-apa jadi tahu segalanya. Tentang arti keluarga...

My family 15 Indomanutd...

Angka 15 yang masih bertajuk pencarian jati diri, labil to the max dan merasa serba "gue". Ego yang menjulang tinggi dan susah diatur. Untunglah keluarga besar ini punya semua karakter yang saling melengkapi, saling mengisi dan menopang satu sama lain. Dan di umur ini kita makin saling berpeluk erat.

My family 15 Indomanutd...

Dimana bukan cuma para lelaki di dalamnya, tapi juga para perempuan yang unyu-unyu (pada berasa deh HIH...) The cute 15 adalah semakin banyaknya member usia muda yang memutuskan kembali ke jalan yang benar, yaitu menjadi bagian keluarga ini. Percayalah, member perempuan selalu bisa memberi warna. Apapun warnanya :))

My family 15 Indomanutd...

Semakin banyak krucil-krucil yang hadir dan memberi tawa tersendiri. Yang seumuran atau pun beda jarak tahun. Semoga dapat diarahkan dengan benar agar menjadi penerus keluarga besar nan keren ini :) Jadi yang berharap jadi besanan pun boleh, yang penting udah ngerti gimana calon mertuanya yang pada gila bola ini :)) Dan bersyukurlah pada mereka yang menemukan jodohnya di komunitas ini hahahaaa...

My family 15 Indomanutd...

Disinilah keluarga besar itu tumbuh, besar bersama member yang solid (tanpa AG). Terus bertahan dengan beragam kisah di dalamnya. Tetaplah saling merangkul rasa satu sama lain. Terima kasih untuk para haters, karena berkat kalian kami semakin kuat ;)

Keep ex15t and growing!