YayBlogger.com
BLOGGER TEMPLATES

Jumat, 13 Februari 2015

Menyesal Memilihmu...


Pujian dan sanjungan pun berganti arah menjadi cerca dan makian. Tak lagi dijunjung sebagai orang hebat malah banyak yang menebak bakal tergusur. Dan seandainya benar tergusur, saya yakin akan semakin hancur. Bapak memang bukan yang terbaik, apalagi sempurna, bahkan sistem politik Bapak masih belum berdiri tegap. Tapi buat saya, Bapak pilihan yang lebih bersih (ya, seandainya aja ada 3 kandidat mungkin nggak akan seribut ini hehe..). Walaupun terpaksa mau "digelendotin" pihak-pihak berkepentingan.

Saya sudah memilih Bapak, mendukung dan mendorong sepenuh hati sebelum semua gonjang ganjing ini tersiar, haruskah sibuk memojokkan? Haruskah sibuk menghakimi sikap Bapak yang memang terlanjur kurang tegas? Iya, memang Bapak kurang tegas, nggak bisa setegas Ahok. Harusnya saat jadi orang nomor satu keluar aja lah dari genggaman parpol apapun dan jenis kepentingan apapun. Cuekin mereka yang punya niat pengen ini pengen itu. Fokus pada pembangunan negeri ini. Dengan begitu Bapak makin disegani kaum haters makin dicintai rakyat :)

Kasihan nggak sih jadi Bapak? Kok semua pihak sibuk menekan Bapak, mau repot mengecam Bapak? Malah Bapak seperti layaknya tersangka politis di mata publik. Lalu Bapak galau berat. Gara-gara sang jenderal polisi.Yang anehnya parpol sama DPR begitu bersahabat pengen sang jenderal polisi jadi Kapolri. Duh pak, Bapak punya dosa besar apa sih sama mereka? Bapak kan cuma mau memperbaiki negeri ini jadi lebih baik, lah dari pada saya nggak bisa kasih apa-apa buat negeri ini? :) Malu nggak sih, udah nggak bisa sumbang apapun buat negeri tapi malah sibuk sinis sama menghakimi. Mungkin lain kali kalo si mbok nyuruh ngajuin calon Kapolri, Bapak juga punya satu yang lebih qualified, jadi calon tunggal itu nggak bikin Bapak susah :)

Yang pasti, dengan kehadiran kasus sang jenderal, akan banyak program Bapak yang terbengkalai. Tapi kan ini justru yang paling ditunggu oleh mereka. Menunggu target kerja Bapak nggak selesai, lalu Bapak jatuh dan hancur ditengah jalan. Yang rugi? Jelas rakyat lagi.

Ibarat memilih pasangan, dengan segala kelebihan dan kekurangannya, apa saya menyesal memilih suami saya? Jelas tidak. Dan saya tidak pernah menyesal memilih Bapak, buat saya, menyesal atas apa yang sudah menjadi pilihan adalah sikap pecundang.

Kritikan akan lebih membangkitkan semangat Bapak, teriaklah kalau memang itu penting. Bukan membuat lemah lalu jatuh...

Pak, semangat terus ya, meski banyak yang ingin melihat Bapak terpuruk, atuh saya mah apa da, nggak bisa telpon Bapak buat kasih semangat langsung tapi cukup kasih doa :)



#Harike-3
#30HariMenulisSuratCinta


Buah Lokal, Cintaku Padamu....


Sebagai perempuan yang lahir dan dibesarkan di Indonesia, sejak kecil saya telah dibiasakan untuk selalu mengenal bahkan mencintai produk dalam negeri. Yang paling melekat dalam ingatan adalah makanan-makanan khas daerah tertentu, tak terkecuali buah-buahan. Sebagai keluarga yang sangat mencintai buah-buahan, Papa adalah orang yang sering mengenalkan anak-anaknya pada buah-buahan melalui berbagai cerita. Sejak kecil saya sudah suka dengan hal yang namanya ngerujak. Terutama saat masa sekolah, terkadang hanya menemukan bangkuang dan ketimun kami seru ngerujak. Sebenarnya karena tidak begitu suka pedas, saya lebih suka makan buah-buahan tanpa embel-embel bumbu, lebih terasa makan buahnya :) Tapi apapun itu, saya selalu suka menyantap buah-buahan.
       
Terlepas dari kesukaan saya terhadap buah-buahan, dari jenis buah apapun menurut saya yang paling enak untuk dimakan adalah buah lokal. Ya, saya tak terlalu menyukai buah import. Penampilan, warna dan ukuran buah import memang jauh lebih menarik, namun keamanan dari buah import masih saya ragukan. Mungkin karena tidak tahu persis bibit tanaman tersebut ditanam, serta penggunaan zat kimiawi yang digunakan untuk pemupukan, pemeliharaan, penanggulangan hama sampai tanaman tersebut berbuah dan matang. Buah import juga lebih banyak membutuhkan bahan pengawet agar tahan lama selama berada di perjalanan (proses pengiriman) ke negara-negara. Buah lokal memiliki banyak keunggulan, salah satunya adalah cita rasa yang lebih baik. Produk buah lokal memang lebih unggul dari sistem distribusinya karena masyarakat bisa langsung membelinya. Dengan begitu akan cepat dimakan atau pun dimasak. Buah lokal yang memiliki tingkat nutrisi lebih baik juga menjadi pertimbangan. Vitamin, mineral dan lainnya yang terkandung di dalam buah-buahan dapat berfungsi secara optimal oleh tubuh. Karena kandungan nutrisi yang paling baik adalah saat buah tersebut dapat dikonsumsi segera setelah dipanen. Dari segi harga, tentu saja buah lokal lebih murah dibanding buah import, karena biaya produksi dan distribusinya tidak semahal buah import. Dengan begitu pengeluaran belanja menjadi hemat. Proses pengiriman buah import menggunakan kapal kargo juga menimbulkan polusi yang berasal dari pembakaran bahan bakarnya. Hal ini memicu terjadinya pemanasan global.

Dari sekian banyak buah-buahan, beberapa yang menjadi kesukaan saya adalah pisang, pepaya, durian dan jambu biji. Biasanya pisang lebih banyak variasi cara makannya, bisa dimakan langsung, dicampur susu kental manis dan es krim, atau pun di jus. Pilihan paling enak untuk di jus buat saya dibuat mix jus, pisang jeruk, yummyy.... Nah kalo pepaya, dimakan biasa saja sudah enak, agak kurang kalo sudah divariasi dengan macam-macam. Kalo durian, waduh itu sih tinggal dibuka kulitnya, makan deh buahnya hehe... Kalo jambu biji dimakan langsung enak, di jus juga yahud... Sebenarnya kalo jambu biji dari dulu paling males makan langsung, karena melihat bijinya yang lumayan banyak kebuang. Apalagi banyak orang sering bilang kalo makan bijinya si jambu biji bikin usus buntu, males kan... Begitu ada yang ketelen, langsung parno berkepanjangan. Tapi untunglah rasa parno itu nggak abadi sifatnya. Siang hari buka kulkas tiba-tiba dengan muka sedikit bingung fokus ke satu titik. Ini buah apa ya? Tanya ke Papa saya, katanya buah Guava Crystal. Hah? jenis buah apalagi itu kok saya baru denger? Penasaran banget langsung saya potong-potong, dagingnya empuk, kulitnya sih hijau muda pucet gitu, tapi matang. Enak banget! Bijinya? Wah hampir nggak ada, ludes sampai potongan terakhir ;) Ih ini bakal jadi cemilan baru pasti nih buat saya. Sambil menikmati cemilan sehat dan enak ini saya langsung browsing dong ke http://www.sunpride.co.id penasaran kayak apa sih cerita dari Guava Crystal ini.

Nama lengkapnya Guava Crystal Seedless, memiliki konsentrasi tinggi yang disebut lycopene atau antioksidan yang mampu melawan kanker prostat dan kandungannya juga sehat bagi penderita diabetes. Pantes saja Papa saya nggak merasa bersalah makannya meski punya diabetes :) Bahkan mengkonsumsi Guava Crystal tanpa kulitnya dapat mengurangi penyerapan gula dalam darah. Yang lebih unggul lagi adalah Guava Crystal kaya akan serat dan mudah dicerna. Tuh bener kan, nggak akan bersalah kalo abis makan buah ini. Justru akan membantu sembelit dan mampu menurunkan kemungkinan perkembangan diabetes tipe 2. Masih kurang juga? Kandungan Guava Crystal yang sehat banget ini mampu meningkatkan sirkulasi yang dapat memacu fungsi otak. Guava Crystal mengandung kalium yang mampu mengatur tekanan darah. Jangan tanya soal kandungan vitamin C nya, buanyaaakk.... Sekitar 280% dari nilai harian vitamin C yang direkomendasikan. Dikonsumsi jadi cemilan sehat oke, jadi asupan wajib tiap hari sudah pasti bener banget :)

Jadi gimana? Masih mau beralih ke cemilan lain yang cuma mengenyangkan tanpa bikin sehat? Kalo saya sih sudah menetapkan hati pada Guava Crystal ini :) Belum pernah coba kalo di jus akan seperti apa bentuknya, tapi sudah niat mau bawa buah ini ke tukang jus dekat rumah. Ya mungkin saja bisa jadi ide buat menu baru mamang tukang jus hihihi... Oh iya, karena Guava Crystal ini juga, saya jadi rajin jalan-jalan ke http://www.sunpride.co.id Ternyata banyak informasi yang bisa saya dapat dari sini, bukan hanya soal produk buah tapi juga produk sayur, cerita dari manfaat buah, event-event yang akan diselenggarakan, serta ada resep-resep yang bukan hanya untuk disantap seperti biasa namun dari buah tersebut bisa diolah menjadi masakan, seru kan? :)



#Fruit4Love
http://www.sunpride.co.id/sunpride-fruit-love-blogging-competition/

        

       

Sabtu, 31 Januari 2015

Dear Sate Maranggi


Dear Sate Maranggi,


Kamu enak sekaliiiii.... Terpujilah wahai yang menciptakannya... sate khas asal Purwakarta, Jawa Barat ini memang maknyos sekali disantap dengan nasi timbel atau pun ketan bakar dan sambel oncom. Mau sate sapi, ayam apalagi sate kambingnya, juaraa... Yang membedakan sate ini dari sate lainnya adalah bumbunya terbuat dari kecap yang memiliki cita rasa paduan manis, asam dan pedas yang menyentuh lidah kala menikmati sate berbumbu khas ini. Paduan rasa yang menggoda selera ini muncul karena bumbu sate maranggi terbuat dari kecap, sambal cabai hijau ditambah sedikit cuka lahang (cuka yang terbuat dari aren). Saat disajikan, bumbu kecap itu dilengkapi dengan irisan bawang merah dan tomat segar.

Bless for today's lunch... Thanks for sate Maranggi dan es kelapa mudanya :)


#Harike-2
#30HariMenulisSuratCinta

Jumat, 30 Januari 2015

Surat Tak Bertuan


Sepucuk surat tak bertuan singgah di surgamu
Hanya berupa lembaran dan tak bersampul
Putih bersih dan begitu harum semerbak
Kamu mungkin menantikan ini
Ini adalah surat penuh doa

Yang kuingat dari pertemuan kita adalah senyum
Senyum yang teramat indah dan istimewa
Kamu ingat senyum itu?
Senyum yang pertama dan terakhir darimu

Dan mungkin, mungkin kamu memang menantikan ini
Tapi aku yakin kamu lebih menunggu untuk hadir
Walau sesaat
Tanpa sesal dariku

Sepucuk surat tak bertuan begitu mengalir terbaca
Rautmu penuh jernih tak bercela
Kamu tak hentinya tersenyum
Tak hentinya aura itu memancar
Aku rindu...

Sesungguhnya yang merindumu adalah surat tak bertuan
Surat yang tak memilih untuk berada di satu doa
Isinya adalah kerinduan
Kerinduan yang bukan sekedar milik aku
Tapi kerinduan terbesar itu dari orangtuamu
Pun adik-adikmu

Sepucuk surat tak bertuan penuh kisah
Sebentar hanyalah soal waktu
Langit dan bumi hanyalah jarak
Nantinya kamu yang meringankan jalan mereka

Kamu menatap surat penuh hangat
Kehangatan yang sama saat kamu berpaling pada-Nya
Sepucuk surat tak bertuan untukmu
Sengaja aku menyebutnya tak bertuan
Karena surat ini memang tak bertuan
Ini milik semua yang selalu merindumu

Selamat malam Dino, teruslah memeluk surgamu
Teruslah tertawa ceria dalam rumahmu yang penuh bidadari...

Love you Dino...


Peluk Cium penuh Cinta,


-Auntie-



#30HariMenulisSuratCinta



Kamis, 22 Januari 2015

Jika hanya...

Jika hanya ada 1 orang yang sangat menantikan kehadiranmu, itu adalah aku. Aku yang tak kuasa menahan haru saat menyadari ada kamu di rongga hidupku, ada kamu di peluh dan sesak tubuh tambunku. Aku terlalu bahagia, terlalu semangat menghadapi detik tiap detik keberadaanmu. Aku begitu terbawa suasana, hingga saat kita sementara terpisah ruang, aku hanya bisa merasakan wangi bekas baju-baju mungilmu. Tetesan air susu ini hanya mampu terperangah menatap kamu dari sudut kamar. Kamu terdiam. Aku terisak. Harusnya kamu ada dipelukanku.

Jika hanya ada 1 orang yang sangat ingin kamu jadikan teman berbagi, itu adalah aku. Pundakku mungkin tak kan cukup menampung berat tubuhmu yang semakin besar, namun aku akan selalu jadi sandaranmu saat rapuh, akan menjadi bantalanmu saat terpuruk, akan jadi sahabat terhangatmu selalu. Bahkan semua doa yang terucap ini tak kan berhenti dipersimpangan jalan apapun. Kamu terlalu berarti buat aku. 

Jika hanya ada 1 orang yang sangat ingin kamu bahagia, itu adalah aku. Aku yang selalu ingin melihatmu tertawa, mendengar renyahnya kamu terkekeh, menatap hidupmu yang kian berwarna walau dari kejauhan. Ya, aku sangat ingin kamu bahagia, itulah sebab aku memberimu kemandirian, itulah mengapa aku mengajarkanmu tegar, itulah alasan mengapa pembelajaran yang aku bisa titipkan adalah ilmu. Ilmu tentang hidup dalam kebahagiaan.

Jika hanya ada 1 orang yang sangat ingin tersenyum bangga, itu adalah aku. Karena aku memiliki kamu, karena aku mempunyai harta terbesar dalam hidup. Kamu yang telah membuatku kaya, kaya akan kesabaran, kaya akan kekuatan, kaya akan tanggung jawab. Kamu yang telah membuatku begitu rajinnya mengasah tiap hal yang membuat luka menjadi pengalaman penuh arti.

Jika hanya ada 1 orang yang kadang tak rela bayi kecilnya menjadi bocah lelaki nan ganteng, mungkin itu adalah aku. Aku yang terkadang masih ingin memelukmu dalam gendongan kain jawa, aku yang terkadang masih sibuk berpikir mengapa waktu begitu cepat, aku yang seringkali berpikir saat kamu mulai menggenggam tangan perempuan lain, apakah genggamanku sejak dulu masih yang terhangat? Ah...masih terlalu jauh bagiku, aku masih ingin memeluk tubuh ndut mu dengan erat. Masih ingin disibukkan oleh rayuanmu saat minta segelas susu hangat, atau merajuk ingin mie instan,  dan masih ingin selalu diminta mengoles minyak telon saat kamu sakit.

Dan jika hanya ada 1 orang yang selalu ingin memastikan kamu mendapatkan yang terbaik, menjadi yang paling baik dari apapun di dunia ini, itu adalah aku...

Bunda mu :)


"Selamat ulang tahun bocah gantengku..."


Love...Bunda :*
-Satu-satunya di jagat raya ini yang selalu bawel sama sikapmu, cerewet sama kebiasaanmu, dan kepo berat sama hidupmu atas nama kasih sayang dan penuh cinta yang tak terhingga-
-Satu-satunya di alam semesta ini yang ngangenin khususnya disaat sakit dan butuh pencerahan-




Jumat, 16 Januari 2015

Dear Emak :)


      Mak, alhamdulillah emak masih sehat sampai saat ini, tadi pagi masih semangat jalan pagi sama ibu-ibu komplek. Mak, inget nggak hari ini tanggal berapa? Inget nggak 36 tahun lalu melahirkan anak perempuan, setelah hampir 4 tahun bergelut dengan para dokter karena hormon yang sempet berantakan. Perjuangan banget ya mak buat dapetin anak macam ini. Padahal anaknya keras kepala, bandel nggak bisa dibilangin begini hehe...

      Mak, apa rasanya melahirkan di tahun '79 saat banjir besar di Jakarta dan melahirkan diungsiin ke kamar lain karena banjir udah masuk kamar inap? Seru n deg-degan ya mak :)) Mak, anaknya sekarang udah setua ini, pernah ngerasa dibahagiain nggak sih? Soalnya nih anaknya cuma ngerasa bisanya nyusahin mulu. Dari jaman sekolah sampe udah nikah n punya anak, eh sekarang nambah "dikerjain" karena nggak ada mbak buat jaga cucunya :))

     Mak, maafin ya mak, kalo selama ini belum bisa ngasih banyak sebanyak harapan para ortu. Alhamdulillah nya sih udah bisa ngasih cucu 2 yang aktif n enerjik banget. Sampe kadang urat emosi gk berenti nonjol saking seringnya cucu-cucu bikin huru hara :)) Semoga dengan kehadiran cucu-cucu hidup emak makin penuh warna.

       Mak, udah mak, jangan keseringan makan empal, makanan berlemak apapun, kan emak kolestrol tinggi. Kalo udah kumat ya ampun, nggak tega banget ngeliatnya. Pengen gantiin aja rasanya kalo emak lagi ngerasa sakit. Tapi ya mak, empal goreng itu emang enak banget ya mak, apalagi paru goreng ya mak hahaha... Mak, jangan juga keseringan minum minuman botol gitu yang manis n seger-seger, banyakin aer putih mak. Emak mah nggak gitu doyan aer putih, kan sehat mak.

       Mak, hari ini anaknya ulang tahun loh mak. Sepagian udah ketemu n ngobrol tapi emak tetep aja diem kaga ngasih ucapan. Iya, maklum banget sih, emak udah tua, kadang inget kadang nggak sama ultah anak-anaknya. Yang penting doanya buat anak-anak nggak pernah putus ya mak, itu aja udah cukup :) Eh, tapi tau-tau lagi di kantor di watsapin sama emak ngucapin ultah. Ih, emak canggih sekarang mah udah bisa watsap hahahaa...

       Mak, makasi ya udah ngelahirin anaknya yang cantik dan bermata coklat ini ke dunia yang penuh cinta dan dusta (halah). Makasi ya mak udah sabar banget sama kelakuan anaknya ini, tapi bener deh anaknya ini banyak belajar banget dari kehidupan emak. Makasi juga udah ngajarin jadi perempuan tegar dan kuat meski nggak berbulu ketek tebal macam samson ato eva arnas. Mak, semoga emak sehat selalu ya mak, ntar kita makan-makannya jangan yang berlemak ama keju-keju ya mak :))

Emak, saya sayang banget sama emak Nani bule... *kecupbasah


#ultahBunSay



Minggu, 15 Juni 2014

Surat Untuk Papa...


Teruntuk Bapak, Ayah, Papa, Abi, Papi, Daddy, Abah atau apapun sebutanmu...

Hati ini tak akan pernah bisa berpaling apalagi berganti, hati yang utuh hanya untuk lelaki yang sudah semakin lama semakin menua. Tubuhnya yang kini terlihat agak kurus karena diabetes-nya, namun tetap semangat dibalik kayuhan sepedanya setiap minggu. Aku menyebutnya Papa. Lelaki yang sejak aku ada di bumi ini tak pernah lepas dan jauh dariku. Menopang semua keluh kesahku, bahkan hidupnya penuh diberikan untuk semua masalahku. Ah, anak macam apa aku ini... Dari kecil diberi hati tapi tak sedikit aku menyakiti hatinya. Tanpa aku sadari atau tidak. Papa, sampai diumurku ini pun aku tak tahu bagaimana harus membalasnya, yang terpenting hanya melihatmu tersenyum. Karena uang pasti tak mampu menebusnya, karena tenaga sekuat apapun tak bisa menggantinya. 

Bapak, Ayah, Papa, Abi, Papi, Daddy, Abah atau apapun sebutanmu...

Aku adalah perempuan cilik yang dulu erat kau peluk, lekat dalam gendonganmu, dan nyatanya perempuan cilik ini hanya bisa menyusahkanmu, menghardikmu bahkan mengacuhkanmu. Sungguh tak ada niat sedikitpun untuk semua itu. Papa ingat saat semua itu datang bertubi-tubi? Aku hanya bisa memelukmu, menangis dan menangis. Dan saat itu, pelukan Papa adalah pelukan paling nyaman sedunia yang pernah aku rasa. Entah apa yang aku dapatkan jika Papa tak bersikap bijak, merangkul dan sabar yang berjuta. 

Bapak, Ayah, Papa, Abi, Papi, Daddy, Abah atau apapun sebutanmu...

Saat tangan Papa erat menggenggam tangan calon suamiku dulu dikala ijab kabul, maka lepaslah tanggung jawab Papa atas hidupku. Ya, kukira akan benar-benar lepas dan Papa biarkan aku dengan kehidupan baruku. Ternyata tidak. Aku salah. Papa bilang, anak burung tak akan benar-benar lepas dari pandangan orangtuanya meski terbang jauh ke negeri antah berantah. Papa benar, orangtua selalu punya feeling tersendiri tentang langkah anak-anaknya. Aku ingat saat sungkeman sama Papa, pesan Papa yang terpenting adalah sabar, sabar dan sabar dalam rumah tangga, jangan tinggi ego. Aku yakin itu juga yang selama ini Papa terapkan bersama Mama selama hampir 40 tahun ini. Wow...40 tahun dan begitu banyak yang aku dapat dari perjalanan orangtuaku. Hal yang utama, mereka tak pernah ribut dan berantem di depan anak-anaknya. Papa nggak pernah secuilpun memukul istrinya apalagi anak perempuannya, semarah apapun Papa. 

Bapak, Ayah, Papa, Abi, Papi, Daddy, Abah atau apapun sebutanmu...

Terima kasih mungkin adalah ucapan yang hanya bisa aku ucapkan, toh dengan memberikan seluruh dunia ini aku nggak mampu mengganti semua kebaikan Papa. Aku bersyukur punya Papa seperti Papa, dengan segala kelebihan dan kekurangan Papa, Papa tetap Papa terbaik, hebat dan sempurna buat aku. Yang pasti maaf terbesar dari aku, untuk semua sikap aku yang jelek dan nggak bertanggung jawab apalagi dewasa, untuk semua hal yang pernah membuat Papa susah, kesal dan marah.

Papa, semoga doa-doa yang tak pernah putus ini akan selalu menjaga Papa, semoga Papa selalu sehat, biar Papa bisa tertawa bersama cucu-cucu Papa dan melihat mereka mendekap cita-citanya. Semoga... 

Papa, Kaka sayang Papa selalu... Muah!


Dari anak perempuanmu tercinta,


Shanty H.