YayBlogger.com
BLOGGER TEMPLATES

Sabtu, 31 Januari 2015

Dear Sate Maranggi


Dear Sate Maranggi,


Kamu enak sekaliiiii.... Terpujilah wahai yang menciptakannya... sate khas asal Purwakarta, Jawa Barat ini memang maknyos sekali disantap dengan nasi timbel atau pun ketan bakar dan sambel oncom. Mau sate sapi, ayam apalagi sate kambingnya, juaraa... Yang membedakan sate ini dari sate lainnya adalah bumbunya terbuat dari kecap yang memiliki cita rasa paduan manis, asam dan pedas yang menyentuh lidah kala menikmati sate berbumbu khas ini. Paduan rasa yang menggoda selera ini muncul karena bumbu sate maranggi terbuat dari kecap, sambal cabai hijau ditambah sedikit cuka lahang (cuka yang terbuat dari aren). Saat disajikan, bumbu kecap itu dilengkapi dengan irisan bawang merah dan tomat segar.

Bless for today's lunch... Thanks for sate Maranggi dan es kelapa mudanya :)


#Harike-2
#30HariMenulisSuratCinta

Jumat, 30 Januari 2015

Surat Tak Bertuan


Sepucuk surat tak bertuan singgah di surgamu
Hanya berupa lembaran dan tak bersampul
Putih bersih dan begitu harum semerbak
Kamu mungkin menantikan ini
Ini adalah surat penuh doa

Yang kuingat dari pertemuan kita adalah senyum
Senyum yang teramat indah dan istimewa
Kamu ingat senyum itu?
Senyum yang pertama dan terakhir darimu

Dan mungkin, mungkin kamu memang menantikan ini
Tapi aku yakin kamu lebih menunggu untuk hadir
Walau sesaat
Tanpa sesal dariku

Sepucuk surat tak bertuan begitu mengalir terbaca
Rautmu penuh jernih tak bercela
Kamu tak hentinya tersenyum
Tak hentinya aura itu memancar
Aku rindu...

Sesungguhnya yang merindumu adalah surat tak bertuan
Surat yang tak memilih untuk berada di satu doa
Isinya adalah kerinduan
Kerinduan yang bukan sekedar milik aku
Tapi kerinduan terbesar itu dari orangtuamu
Pun adik-adikmu

Sepucuk surat tak bertuan penuh kisah
Sebentar hanyalah soal waktu
Langit dan bumi hanyalah jarak
Nantinya kamu yang meringankan jalan mereka

Kamu menatap surat penuh hangat
Kehangatan yang sama saat kamu berpaling pada-Nya
Sepucuk surat tak bertuan untukmu
Sengaja aku menyebutnya tak bertuan
Karena surat ini memang tak bertuan
Ini milik semua yang selalu merindumu

Selamat malam Dino, teruslah memeluk surgamu
Teruslah tertawa ceria dalam rumahmu yang penuh bidadari...

Love you Dino...


Peluk Cium penuh Cinta,


-Auntie-



#30HariMenulisSuratCinta



Kamis, 22 Januari 2015

Jika hanya...

Jika hanya ada 1 orang yang sangat menantikan kehadiranmu, itu adalah aku. Aku yang tak kuasa menahan haru saat menyadari ada kamu di rongga hidupku, ada kamu di peluh dan sesak tubuh tambunku. Aku terlalu bahagia, terlalu semangat menghadapi detik tiap detik keberadaanmu. Aku begitu terbawa suasana, hingga saat kita sementara terpisah ruang, aku hanya bisa merasakan wangi bekas baju-baju mungilmu. Tetesan air susu ini hanya mampu terperangah menatap kamu dari sudut kamar. Kamu terdiam. Aku terisak. Harusnya kamu ada dipelukanku.

Jika hanya ada 1 orang yang sangat ingin kamu jadikan teman berbagi, itu adalah aku. Pundakku mungkin tak kan cukup menampung berat tubuhmu yang semakin besar, namun aku akan selalu jadi sandaranmu saat rapuh, akan menjadi bantalanmu saat terpuruk, akan jadi sahabat terhangatmu selalu. Bahkan semua doa yang terucap ini tak kan berhenti dipersimpangan jalan apapun. Kamu terlalu berarti buat aku. 

Jika hanya ada 1 orang yang sangat ingin kamu bahagia, itu adalah aku. Aku yang selalu ingin melihatmu tertawa, mendengar renyahnya kamu terkekeh, menatap hidupmu yang kian berwarna walau dari kejauhan. Ya, aku sangat ingin kamu bahagia, itulah sebab aku memberimu kemandirian, itulah mengapa aku mengajarkanmu tegar, itulah alasan mengapa pembelajaran yang aku bisa titipkan adalah ilmu. Ilmu tentang hidup dalam kebahagiaan.

Jika hanya ada 1 orang yang sangat ingin tersenyum bangga, itu adalah aku. Karena aku memiliki kamu, karena aku mempunyai harta terbesar dalam hidup. Kamu yang telah membuatku kaya, kaya akan kesabaran, kaya akan kekuatan, kaya akan tanggung jawab. Kamu yang telah membuatku begitu rajinnya mengasah tiap hal yang membuat luka menjadi pengalaman penuh arti.

Jika hanya ada 1 orang yang kadang tak rela bayi kecilnya menjadi bocah lelaki nan ganteng, mungkin itu adalah aku. Aku yang terkadang masih ingin memelukmu dalam gendongan kain jawa, aku yang terkadang masih sibuk berpikir mengapa waktu begitu cepat, aku yang seringkali berpikir saat kamu mulai menggenggam tangan perempuan lain, apakah genggamanku sejak dulu masih yang terhangat? Ah...masih terlalu jauh bagiku, aku masih ingin memeluk tubuh ndut mu dengan erat. Masih ingin disibukkan oleh rayuanmu saat minta segelas susu hangat, atau merajuk ingin mie instan,  dan masih ingin selalu diminta mengoles minyak telon saat kamu sakit.

Dan jika hanya ada 1 orang yang selalu ingin memastikan kamu mendapatkan yang terbaik, menjadi yang paling baik dari apapun di dunia ini, itu adalah aku...

Bunda mu :)


"Selamat ulang tahun bocah gantengku..."


Love...Bunda :*
-Satu-satunya di jagat raya ini yang selalu bawel sama sikapmu, cerewet sama kebiasaanmu, dan kepo berat sama hidupmu atas nama kasih sayang dan penuh cinta yang tak terhingga-
-Satu-satunya di alam semesta ini yang ngangenin khususnya disaat sakit dan butuh pencerahan-




Jumat, 16 Januari 2015

Dear Emak :)


      Mak, alhamdulillah emak masih sehat sampai saat ini, tadi pagi masih semangat jalan pagi sama ibu-ibu komplek. Mak, inget nggak hari ini tanggal berapa? Inget nggak 36 tahun lalu melahirkan anak perempuan, setelah hampir 4 tahun bergelut dengan para dokter karena hormon yang sempet berantakan. Perjuangan banget ya mak buat dapetin anak macam ini. Padahal anaknya keras kepala, bandel nggak bisa dibilangin begini hehe...

      Mak, apa rasanya melahirkan di tahun '79 saat banjir besar di Jakarta dan melahirkan diungsiin ke kamar lain karena banjir udah masuk kamar inap? Seru n deg-degan ya mak :)) Mak, anaknya sekarang udah setua ini, pernah ngerasa dibahagiain nggak sih? Soalnya nih anaknya cuma ngerasa bisanya nyusahin mulu. Dari jaman sekolah sampe udah nikah n punya anak, eh sekarang nambah "dikerjain" karena nggak ada mbak buat jaga cucunya :))

     Mak, maafin ya mak, kalo selama ini belum bisa ngasih banyak sebanyak harapan para ortu. Alhamdulillah nya sih udah bisa ngasih cucu 2 yang aktif n enerjik banget. Sampe kadang urat emosi gk berenti nonjol saking seringnya cucu-cucu bikin huru hara :)) Semoga dengan kehadiran cucu-cucu hidup emak makin penuh warna.

       Mak, udah mak, jangan keseringan makan empal, makanan berlemak apapun, kan emak kolestrol tinggi. Kalo udah kumat ya ampun, nggak tega banget ngeliatnya. Pengen gantiin aja rasanya kalo emak lagi ngerasa sakit. Tapi ya mak, empal goreng itu emang enak banget ya mak, apalagi paru goreng ya mak hahaha... Mak, jangan juga keseringan minum minuman botol gitu yang manis n seger-seger, banyakin aer putih mak. Emak mah nggak gitu doyan aer putih, kan sehat mak.

       Mak, hari ini anaknya ulang tahun loh mak. Sepagian udah ketemu n ngobrol tapi emak tetep aja diem kaga ngasih ucapan. Iya, maklum banget sih, emak udah tua, kadang inget kadang nggak sama ultah anak-anaknya. Yang penting doanya buat anak-anak nggak pernah putus ya mak, itu aja udah cukup :) Eh, tapi tau-tau lagi di kantor di watsapin sama emak ngucapin ultah. Ih, emak canggih sekarang mah udah bisa watsap hahahaa...

       Mak, makasi ya udah ngelahirin anaknya yang cantik dan bermata coklat ini ke dunia yang penuh cinta dan dusta (halah). Makasi ya mak udah sabar banget sama kelakuan anaknya ini, tapi bener deh anaknya ini banyak belajar banget dari kehidupan emak. Makasi juga udah ngajarin jadi perempuan tegar dan kuat meski nggak berbulu ketek tebal macam samson ato eva arnas. Mak, semoga emak sehat selalu ya mak, ntar kita makan-makannya jangan yang berlemak ama keju-keju ya mak :))

Emak, saya sayang banget sama emak Nani bule... *kecupbasah


#ultahBunSay



Minggu, 15 Juni 2014

Surat Untuk Papa...


Teruntuk Bapak, Ayah, Papa, Abi, Papi, Daddy, Abah atau apapun sebutanmu...

Hati ini tak akan pernah bisa berpaling apalagi berganti, hati yang utuh hanya untuk lelaki yang sudah semakin lama semakin menua. Tubuhnya yang kini terlihat agak kurus karena diabetes-nya, namun tetap semangat dibalik kayuhan sepedanya setiap minggu. Aku menyebutnya Papa. Lelaki yang sejak aku ada di bumi ini tak pernah lepas dan jauh dariku. Menopang semua keluh kesahku, bahkan hidupnya penuh diberikan untuk semua masalahku. Ah, anak macam apa aku ini... Dari kecil diberi hati tapi tak sedikit aku menyakiti hatinya. Tanpa aku sadari atau tidak. Papa, sampai diumurku ini pun aku tak tahu bagaimana harus membalasnya, yang terpenting hanya melihatmu tersenyum. Karena uang pasti tak mampu menebusnya, karena tenaga sekuat apapun tak bisa menggantinya. 

Bapak, Ayah, Papa, Abi, Papi, Daddy, Abah atau apapun sebutanmu...

Aku adalah perempuan cilik yang dulu erat kau peluk, lekat dalam gendonganmu, dan nyatanya perempuan cilik ini hanya bisa menyusahkanmu, menghardikmu bahkan mengacuhkanmu. Sungguh tak ada niat sedikitpun untuk semua itu. Papa ingat saat semua itu datang bertubi-tubi? Aku hanya bisa memelukmu, menangis dan menangis. Dan saat itu, pelukan Papa adalah pelukan paling nyaman sedunia yang pernah aku rasa. Entah apa yang aku dapatkan jika Papa tak bersikap bijak, merangkul dan sabar yang berjuta. 

Bapak, Ayah, Papa, Abi, Papi, Daddy, Abah atau apapun sebutanmu...

Saat tangan Papa erat menggenggam tangan calon suamiku dulu dikala ijab kabul, maka lepaslah tanggung jawab Papa atas hidupku. Ya, kukira akan benar-benar lepas dan Papa biarkan aku dengan kehidupan baruku. Ternyata tidak. Aku salah. Papa bilang, anak burung tak akan benar-benar lepas dari pandangan orangtuanya meski terbang jauh ke negeri antah berantah. Papa benar, orangtua selalu punya feeling tersendiri tentang langkah anak-anaknya. Aku ingat saat sungkeman sama Papa, pesan Papa yang terpenting adalah sabar, sabar dan sabar dalam rumah tangga, jangan tinggi ego. Aku yakin itu juga yang selama ini Papa terapkan bersama Mama selama hampir 40 tahun ini. Wow...40 tahun dan begitu banyak yang aku dapat dari perjalanan orangtuaku. Hal yang utama, mereka tak pernah ribut dan berantem di depan anak-anaknya. Papa nggak pernah secuilpun memukul istrinya apalagi anak perempuannya, semarah apapun Papa. 

Bapak, Ayah, Papa, Abi, Papi, Daddy, Abah atau apapun sebutanmu...

Terima kasih mungkin adalah ucapan yang hanya bisa aku ucapkan, toh dengan memberikan seluruh dunia ini aku nggak mampu mengganti semua kebaikan Papa. Aku bersyukur punya Papa seperti Papa, dengan segala kelebihan dan kekurangan Papa, Papa tetap Papa terbaik, hebat dan sempurna buat aku. Yang pasti maaf terbesar dari aku, untuk semua sikap aku yang jelek dan nggak bertanggung jawab apalagi dewasa, untuk semua hal yang pernah membuat Papa susah, kesal dan marah.

Papa, semoga doa-doa yang tak pernah putus ini akan selalu menjaga Papa, semoga Papa selalu sehat, biar Papa bisa tertawa bersama cucu-cucu Papa dan melihat mereka mendekap cita-citanya. Semoga... 

Papa, Kaka sayang Papa selalu... Muah!


Dari anak perempuanmu tercinta,


Shanty H.

Jumat, 30 Mei 2014

Manchester is You...

Kenapa saya harus pergi ke Inggris?

Karena saya ingin mewujudkan kisah perjalanan Shabrina yang sebenarnya. Melakukan perjalanan dari Jakarta dan berhenti di bandara Heathrow, melepas pandangan di keramaian serta secuil kenangan obrolan ngopi santai di atas pesawat bersama Razak. Ya, saya ingin mewujudkan perjalanan Shabrina, tokoh perempuan muda yang ada dalam novel saya. Merasakan jatuh cinta pada Manchester, Razak dan Jones. Menata kisah yang ada saat di Birmingham, stasiun Moor street, Tower of London, London Bridge, Double Decker, London Eye, The Dome, Westminster Abbey, Big Ben dan Liverpool.

Karena Manchester, adalah salah satu yang mendorong keinginan saya untuk mewujudkannya. Lalu Birmingham, yang saya yakin pasti begitu indahnya hingga saya mungkin akan sama terbuainya seperti Shabrina saat menatap Jones. Dan Liverpool, dimana Razak masih saja mengingat secuil kenangan di atas pesawat, namun perpisahan terakhir yang sebenarnya di dermaga nan romantis.

Saya mungkin terlalu cinta pada Manchester, hingga saya begitu ingin merasakan rumput Old Trafford, mengikuti tournya, melihat museumnya, duduk di Red Cafe di bangku bertuliskan nomor punggung Ryan Giggs. Aaaakkk.... Mau bangeettt! Ya, mungkin saya memang terlalu cinta pada Manchester, sampai-sampai saya begitu ingin ia memberi kepastian pada Shabrina tentang isi hatinya, tentang rasa bahagianya saat ia bersama Shabrina, tentang sikapnya yang selalu ada untuk Shabrina. Bahwa cintanya tak pernah diragukan oleh Shabrina, bahwa sayangnya tak pernah salah tempat, bahwa jiwanya sepenuhnya milik Shabrina. 

Karena mimpi saya ingin ke Inggris maka novel ini ada. Manchester is you, it's always about you, karena kamu saya bertekad keras ingin ke Britania Raya :) 



#InggrisGratis
@MisterPotato_ID




Manchester is (always) Red...


Kenapa saya harus pergi ke Inggris? 

Karena Sir Alex Ferguson, karena Ryan Giggs, karena Roy Keano, karena King Eric Cantona, karena Wayne Rooney, karena ada Old Trafford, dan tentu saja karena Manchester United! Kecintaan saya terhadap club yang telah 20 kali menjadi juara Champions ini membuat saya berkeinginan penuh ke Inggris. Karena Theatre of Dream, sesuai ucapan sang legenda United, Sir Bobby Charlton, telah mematok hati saya hanya untuknya (lebay). Foto teman-teman yang telah lebih dulu jalan-jalan ataupun sekedar liputan ke Inggris apalagi ke Old Trafford praktis membuat saya ngiler, ngeces dan mengkhayal tinggi kemana-mana. Salah satu doa yang sering saya sebutkan setelah doa penting lainnya. Semoga bisa ke Inggris sebelum saya mati :) 

Kenapa saya harus pergi ke Inggris?

Ya haruslah! Karena saya ingin merasakan euphoria dari setiap kemenangan Manchester United yang pernah ada di ruang ganti. Merasakan kepedihan dan kesedihan yang terjadi pada musim ini saat Manchester United belum bisa mengulang kisah suksesnya seperti musim-musim sebelumnya. Karena saya ingin merasakan rumput Old Trafford, biarlah dibilang norak atau kampungan, toh saya sudah pernah merasakan rumput Gelora Bung Karno waktu foto pre-wedding dulu, sementara teman yang lain ngiri :p Karena saya penasaran sama museumnya. Karena saya ingin merasakan duduk-duduk ngopi-ngopi cantik di Red Cafe, dimana bangku-bangkunya keren banget dengan nomor punggung pemain, baik pemain yang masih aktif ataupun yang sudah pensiun (makin norak biarin) :)) Well, gimanapun adanya musim ini, Manchester is (always) Red... :*

Kenapa saya harus pergi ke Inggris?

Karena Inggris punya stadion bola legendaris selain Old Trafford yang nggak kalah kerennya, mulai dari Stamford Bridge Chelsea, Emirates Stadium Arsenal, White Hart Lane Tottenham Hostpur, Etihad Stadium Manchester City, Anfield Liverpool dan Goodison Park Everton. Wah kalau sudah di Inggris semua stadion wajib dikunjungi meskipun bukan club kesayangan. Karena Inggris nggak melulu soal bola, tapi masih ada banyak hal dan tempat menarik mulai dari Big Ben yaitu menara jam terbesar kedua di dunia, Buckingham Palace yang penuh sejarah, Westminster Abbey, Trafalgar Square, London Eye yang pasti seru banget kalau naik (baru baca sih belum pernah hahaha...), Beatles Museum yang bakal saya borong oleh-olehnya hanya untuk Papa tercinta yang fans berat, serta King's Cross Station.

Jadi, kenapa saya harus pergi ke Inggris?

Masih nanya juga? Ya sudah pasti karena sepak bolanya dan tempat bersejarahnya di Inggris yang selalu ada di dalam list cita-cita traveling saya. Dari alasan yang utama, terutama, penting dan terpenting, yang pasti saya belum pernah naik SQ buat liburan hahahaha....


#InggrisGratis
@MisterPotato_ID