YayBlogger.com
BLOGGER TEMPLATES

Rabu, 05 Februari 2014

Senyum si Bocah Pirang


Selamat pagi,

Selamat pagi buat si bocah pirang yang pagi ini senyumannya sudah siap untuk dibagi bersama hujan gerimis. Kamu selalu senang memandang hujan gerimis disela tatapanmu yang masih mengantuk. Rambut pirangmu masih berantakan, sesekali diacak-acak oleh abangmu, tanda sayang padamu. Kamu hanya tersenyum. Aku selalu suka pemandangan pagi hari darimu. Hangat dan bikin rindu tak pernah usai. Bau asemmu tak membuatku berhenti menciumi. Walau kadang tangis dan manjamu pecah di pagi hari namun aku tak pernah terganggu. Tanpa kamu pagi pasti hanya sendu merindu.

Kamu masih 2 tahun, tubuhmu tak begitu besar. Biar kecil tapi mandiri, seumur ini kamu tak lagi mau memakai diapers. Mulutmu yang ceriwis sudah bisa mengatakan kapan mau ke kamar kecil. Apapun itu dicoba untuk memakai sendiri dan mengerjakan sendiri. Pintar ya :) Lincah, bawel, lucu, dan bikin kangen. Kamu suka sekali menyanyi dan berjoget. Kamu selalu jadi rebutan Bunda dan Papa untuk dipeluk. Bahkan abangmu selalu suka memeluk dan menggoda kamu karena iseng.

Selamat pagi bocah pirang, tetaplah tersenyum untukku, Papa dan abangmu tersayang :)


Love you SAF,


Bunda


#Day5
#30HariMenulisSuratCinta

Selasa, 04 Februari 2014

Surat Perkenalan


Hallo Tukang Pos,

Menulis surat ini adalah hal yang sangat baru buatku. Baru kali ini aku menulis surat untuk seorang tukang pos. Yup, seorang tukang pos. Sungguh, kalau nggak karena ulah sang bosse @PosCinta mungkin aku nggak akan pernah menulis surat buat seorang tukang pos. Apalagi aku belum pernah mengenal dirimu, wahai tukang pos. Tahun lalu tukang pos aku seseorang yang cantik, untuk saat ini? Entahlah... Apakah kamu ganteng? :) Bosse nggak mungkin mengirim seorang tukang pos yang nggak ganteng, minimal imut-imut. 

Kak @omemdisini salam kenal ya dari aku. Jangan ragu mengirimkan surat-suratku. Masih banyak surat cinta yang akan aku kirimkan untuk makhluk-makhluk terkasih di muka bumi ini :) Oh iya kak @omemdisini apakah benar kakak salah satu dari selebtuit? (Salah satu sembilan berarti kak, eeeaa...) Setenar apakah kakak? Kak Gembrit? Wira? Zarry Hendrik? Rahne? Hahahhaa...



Salam kenal,

-Shanty-


#Day4
#30HariMenulisSuratCinta

Dewasa Tanpamu :')


Dear Opa,

Apa kabarmu di sana? Sejak Opa meninggalkanku sepulang sekolah saat SMP kelas 2, menuju jalan rumahku yang telah terpasang bendera kuning. Aku terdiam lemas di tengah jalan, tas pun tak mampu aku bawa. Opa, setelah semua kesakitan itu, sesungguhnya berpisah dengan Opa adalah sakit yang terdalam. Bahkan sepeninggal Opa, sirine ambulan menjadi trauma tersendiri dalam hidupku. 

Opa, bertahun-tahun sudah Opa pergi. Aku dan cucu-cucu Opa yang lain semakin tumbuh besar. Kami dewasa tanpamu...

Kaos oblong putih, sarung dan handuk kecil good morning yang selalu Opa kenakan di leher. Belum lagi keseruan kecil dari petasan-petasan banting yang Opa lemparkan manakala ada tikus lewat. Opa, mungkin kami memang dewasa tanpamu, tapi kenangan bersama Opa tak akan pernah berpaling dari kami.

Bahagia selalu di surga ya Opa...


Cucumu,

Shanty



#Day3
#30HariMenulisSuratCinta

Memeluk Rindu...


Untuk kamu di rumah,

3 Hari 2 malam itu ternyata lama juga. Baru pertama kali pergi jauh tanpa kamu, cuma aku sama anak-anak. Malam pertama di Anyer, aku dan anak-anak sudah memeluk rindu. Shabrina kecil beberapa kali menyebut "Papa" tapi saat aku tanya balik katanya Papa kerja :) Si sulung Randy bilang, besok-besok kita ajak Papa ya ke pantai, Papa kan belum pernah :))

3 Hari 2 malam itu memang lama. Buktinya baru hari pertama aku sudah kangen sama kamu. Mungkin anak-anak mampu menutupinya dengan canda tawa ditengah lomba-lomba, renang bersama dan kegiatan lainnya.

3 Hari 2 malam itu akhirnya memeluk rinduku begitu dalam. Ah, cemen, baru 3 hari 2 malam, apa rasanya jadi istri yang ditinggal melaut, ditinggal tugas ke berbagai daerah atau negara. Yah, mungkin mereka memang sudah nasib alias sudah takdirnya. Tuhan tahu kok aku susah jauh dari kamu, Tuhan Maha Mengerti kalau kita sulit berjauhan, makanya diciptakan kamu untuk aku dan aku untuk kamu :)



2 Februari 2014
#Day2
#30HariMenulisSuratCinta

Sabtu, 01 Februari 2014

Dear Office...


Terima kasih untuk 3 hari 2 malam ini... 
Raker dan Family Gathering yang menyenangkan, capek, pusing dan seru. Senang bisa jadi bagian dari tim panitia pelaksana. 

Semoga tahun depan bisa ganti rute ke pulau lain atau negara lain :) aaamiiiin...                                  


1 Februari 2014                                                    
#Day1
#30HariMenulisSuratCinta

Kamis, 09 Januari 2014

Haruskah MeninggalkanMU?


Mungkin saya memang ditakdirkan untuk menjadi seorang istri penggila bola, khususnya MU. Disaat ujian dan cobaan datang menghampiri tim kesayangannya, manakala Opa Fergie berganti menjadi ayah Moyes. Semua kemenangan itu berbalik menjadi sebuah keterpurukan. Buat saya, semua pergantian masa selalu punya warna tersendiri. Dan kali ini ayah Moyes benar-benar memilih warnanya sendiri. Terlepas dari apa yang sebenarnya ayah Moyes inginkan untuk MU, saya lebih suka membidik orang-orang yang sudah menunggu lama moment jatuhnya MU. 2 Kekalahan beruntun diajang FA Cup dan semifinal 1st leg Capital One serta poin demi poin yang melorot di belakang sang pimpinan klasmen. Ih hebat jadi ngerti bola! Nggak saya ngintip dari detik :)))

Baiklah, kembali ke laptop. Kekalahan demi kekalahan itu ternyata bukan hanya berdampak untuk para pecinta MU. Contohnya saya (kayak lagu dangdut ya). Kenapa setiap saya ke kantor pakai tas MU pasti selalu saja ada orang yang melirik, menengok atau tersenyum sinis??? Hellooo...tas itu saya beli dari uang halal loh, seriusan deh... Apa karena ada tulisan dan logo MU? Ah, kasian... Kasian aja sama orang-orang kayak gitu. Pagi itu sambil menunggu lampu merah yang lama banget, saya langsung tanya ke orang itu, "Kenapa ya mas?" Mas itu tersenyum," kasian ya mbak, MU sekarang kalah terus." Sambil ia menyebutkan club kebanggaannya. Saya balik tersenyum. "Iya ya mas, saya sih lebih kasian sama mas, karena jaket bolanya baru bisa bikin bangga sekarang, kemarin-kemarin kemana aja? Kita udah sampe 20 loh." Terus saya langsung jalan karena lampu pas banget hijau. Puas? Nggak juga. Lega aja bisa nanggepin orang kayak gitu. Mungkin si mas itu kali yang merasa jleb banget. Saya cuma tersenyum kalau inget kejadian itu. Untunglah si mas itu nggak ngejar saya karena sakit hati, kalau iya pun saya bakal langsung arahin ke polres situ :)) Jujur, saya nggak gitu ngerti soal bola, paling cuma tahu sekilas-sekilas aja. Itu pun dari pengetahuan suami tercinta yang ngelotok banget soal bola dan olahraga. Anggaplah kata-kata saya tersebut cuma balasan dari emak-emak yang kesel karena diliatin kayak maling :)) Buat saya celaan, nyinyiran, sindiran soal MU sudah rutin saya dengar dari dulu.

Menjadi setia itu memang nggak gampang, tapi memilih MU untuk jadi club yang kita banggakan itu jauh lebih sulit. Apalagi untuk para pecinta baru. Galau banget pasti melihat permainan MU yang kalah lagi kalah lagi. Sementara club lain lagi asyik nampang di puncak klasmen. Berpindah hati atau tetap setia? Berat cooyy! Seperti halnya memilih MU sebagai club favorit, saya yakin Opa Fergie memilih ayah Moyes nggak cuma asal pilih. Toh Opa Fergie juga nggak langsung membawa MU sebagai juara kala itu? Yang menguatkan Opa Fergie justru para pendukungnya yang tak kenal lelah, istri, anak-anak, keluarga hingga para fans. Dibalik kesetiaan selalu ada cinta dan pelukan. Dibalik kesetiaan selalu ada pundak untuk bersandar saat lelah. Dibalik kesetiaan selalu ada tangan-tangan yang menghapus airmata kekecewaan. Bukan hanya untuk diam duduk di sampingnya. Dukungan terbaik itu saat jatuh, bukan saat kita di atas angin kemenangan.

Jadi, haruskah meninggalkanMU?
Haruskah mencabut semua atribut kebesaran dikala label juara jauh dari kita?
Haruskah mengganti semua kenangan disaat waktu sedang tak bersahabat dengan kita?

Ah, mungkin saya memang ditakdirkan menjadi seorang istri penggila MU. Bisa-bisanya saya nulis kayak begini? Ha? Ha? :)))


-Cheers-

Senin, 06 Januari 2014

Menjadi Nekaders J50K

J50K itu apa? Semacam lomba lari marathon? Lalu saya klik lah hastag tersebut. Jreng! Ternyata tantangan membuat novel selama 1 bulan. Tertarik? Pastilah! Tapi apa mungkin saya bisa? Dengan kerjaan kantor yang segambreng, kondisi di rumah yang hiruk pikuk sama anak-anak, mengurus suami dan lain-lain dan lain-lain... Baiklah, saya mencoba melihat ke belakang, nggak ada siapa-siapa hehee... Maksud saya, dengan pengalaman saya yang pernah menerbitkan sebuah novel melalui penerbit NulisBuku, saya mencoba melihat bagaimana saat itu saya bisa membagi waktu, pikiran serta tenaga untuk menulis. Padahal saat itu saya baru saja melahirkan anak ke-2, sibuk menyusui, kurang tidur dan sebagainya. Sampai tiba bulan September setelah lebaran dan melalui proses segala macam novel itupun terbit. Ya, dengan kesibukan full time mom selama masa cuti 3 bulan, saya justru bisa begitu gigihnya menulis. Heran? Apalagi saya?! Alhasil anak saya yang ke-2 ini suka sama buku, buku saya adalah favoritnya hahahaa.... 

Kembali ke pokok permasalahan, sok serius ya? Iya :) Jadi sebelumnya saya tahu Kampung Fiksi dari twitter. Alhamdulillah pernah menang kuis juga hehehe... Akhirnya saya nekad ikut J50K. Nekad banget emang! :)) Sebenarnya tujuan awal ikut J50K ini adalah mendisiplinkan diri, setelah berapa lama terlena dalam hal yang "entar deh" "gampanglah" "tinggal finishing kok" "males" "capek" dan seribu macam alasan yang nggak penting. Serius deh, saya butuh di "pecut" berulang kali soal disiplin waktu buat nulis. Harusnya, tahun lalu sudah bisa keluarin novel lagi lewat NulisBuku, atau kirim naskah ke penerbit ternama. Tapi itulah, semua malah jalan di tempat, bahkan malah "lumpuh" sesaat. Ikutan project-project nulis juga kayaknya seadanya banget :( menang nggak, menanggung malu iya hihihi...

Nekat ikutan jadi Nekaders J50K pasti punya bahan cerita bagus buat ditulis. Menurut saya sih iya bagus, karena kali ini saya nggak mau bertumpu pada soal cinta melulu. Berusaha untuk sedikit "loncat" dari zona aman, cerita pembunuhan berbalut sedikit mistis. Semoga saya bisa menuliskannya dengan seru :) Hobi nonton CSI dan ketertarikan saya pada cerita motif berdarah-darah. Buat saya, kalau TKP tanpa darah itu bukan TKP hehehe... Persiapan yang saya lakukan lumayan banyak, dari mulai lebih fokus sama serial-serial tentang pembunuhan dan sedikit mistis, banyak baca dan cari info tentang bagaimana pembunuhan terjadi, pelaku, motif serta bentuk TKP. Belum lagi persiapan mental kalau harus diketik tengah malam, suami dan anak-anak sudah tidur, hmmm... Susah ya? Banget! Tapi ya demi tulisan yang beda, perjuangannya juga harus beda ya :)

Hidup Nekad! :)