YayBlogger.com
BLOGGER TEMPLATES

Kamis, 14 Februari 2013

Jangan Kemana-mana di hatiku Saja


Merasakan cinta Alexa adalah kebahagiaan sejati buat aku. Bahkan aku tak mampu menukarnya dengan apapun. Niatpun nggak. Melihat Alexa itu seperti melihat Mama. Iya, Mama. Perempuan yang penuh perhatian dan kasih sayang, walau suka ngomel karena sikapku yang santai dan lumayan keras hati. Alexa itu sabarnya tanpa batas, persis Mama. Dulu saat aku baru pertama punya pacar terus berakhir dengan putus, Mama bilang aku nggak cocok punya pacar yang cuek karena biasa diurusin sama Mama :) Dan beberapa temanku bilang, perempuan yang nantinya akan jadi pasangan kita biasanya nggak jauh dari sosok Ibu. Aku selalu berharap itu adalah Alexa...

Jam dua dini hari aku terbangun dari tidur yang sebenarnya nggak pules-pules banget. Aku tekan nomor telepon Alexa. Ia pasti sedang asyik dengan mimpinya sambil memeluk guling, pikirku sambil tersenyum.

"Halo, yank, ada apa?" tanyanya dengan suara agak parau.
"Nggak ada apa-apa. Maaf ya ganggu kamu tidur," sahutku pelan.
"Yakin nggak ada apa-apa? Kenapa mendadak menelepon aku jam segini?" Alexa mulai terdengar khawatir.
"Nggak ada sayang, aku kangen sama kamu. Kangen banget," aku meyakinkannya.

Suara Alexa terdiam.

"Alexa, kamu bisa bersabar kan dangan situasi dan kondisi kita ini?" tanyaku.
"Kendra sayang, kita yang harus bersabar, bukan cuma aku," jawabnya cepat.
"Alexa, jangan pergi dari aku ya, jangan kemana-mana, jangan singgah di hati manapun, cukup di hatiku saja" ucapku.
"Menurut kamu apa aku bisa?" Alexa balik bertanya.

Kini aku yang terdiam. Ya, aku rasa tak seharusnya aku menanyakan hal itu padanya. Setelah hubungan kami yang berjalan bertahun-tahun lamanya. Aku tak pernah meragukannya, hanya saja, aku rasa aku kembali jatuh cinta padamu Alexa...



#13HariNgeblogFF




Selasa, 12 Februari 2013

Bangunkan Aku Pukul Tujuh

    
        Tugas yang lumayan sulit, Alexa bolak balik di depan meja riasnya. Tangannya sibuk mengutak-atik telepon genggam yang harusnya ia hentikan dari 1 jam yang lalu. Tapi seharusnya juga perasaannya sudah tenang sejak tadi. Ia kembali mengecek telepon genggamnya. Tak ada kabar ataupun jawaban atas semua pesan-pesannya yang ia tinggalkan untuk Kendra. Ini yang seringkali membuatnya jengkel pada Kendra. Dulu, ia mungkin dengan mudahnya menghampiri ke rumah Kendra, tapi sekarang? Sekarang ia dan Kendra tinggal berjauhan, yang bisa dinantikannya hanya balasan-balasan atas pertanyaan atau pernyataannya buat Kendra. Membangunkan Kendra memang selalu jadi tugas sulit buat Alexa...

"Sayang, aku baru bangun, kok kamu nggak bangunin aku jam tujuh?"
"Kendraaaa.....untung aja kamu jauh ya, kalo deket pasti udah aku siram biar kamu bangun! Dari jam enam aku telepon nggak diangkat juga sampe jam segini, liat tuh udah jam berapa?!"
"Ya udah, nggak usah ngomel-ngomel sayangku, ini aku kan udah bangun hehehe..."
"Katanya kamu ada janji mau ketemu dosen jam tujuh?"
"Jam tujuh malam sayangku, cantikku Alexa..."
"Ooo..."

Aku tertawa mendengar omelan Alexa kian mereda. Terdengar agak kesal dan jengkel juga, jadi makin kangen kamu...

"Emang siapa yang mau ketemu dosen pagi-pagi begini? Semua dosen pagi-pagi kan ngajar. Kamu tahu nggak kenapa aku minta dibangunin jam tujuh?"
"Nggak."
"Makanya jangan ngomel-ngomel duluan, cium juga nih... Hahaha... Udah diliat belum ada kiriman pagi ini?"
"Kiriman? Iya udah ada, itu dari kamu?"
"Bukan, dari tukang ojek... Ya iya dong sayang dari aku, emang ada cowok lain yang sering kasih kiriman buat kamu? Ya udah paket dari aku dibalikin aja..."
"Hahahaaha... maaf ya sayaangg...abis nama pengirimnya bukan nama kamu, jadi aku belum buka-buka..."
"Iya emang sengaja. Paket itu katanya sampe jam tujuh, makanya aku minta kamu bangunin aku jam tujuh. Yang antar teman aku tuh hehehe.... Dibuka dong paketnya... "

Tak lama kemudian...

"Yank... ini apa? Aah...kamu kan...bikin aku terharu pagi-pagi..."

Alexa mendekap kalung berwarna perak lalu membuka bandulnya sambil tersenyum haru.

"Kamu ingat impian kita? Foto kecil kita itu nantinya akan berganti dengan foto anak-anak kita, happy anniversary my Alexa..."

Alexa terdiam diujung telepon, andai saja ia bisa memeluk Kendra dengan begitu eratnya...




#13HariNgeblogFF

 

Kamis, 24 Januari 2013

Menanti Lamaran


AlexanyaKendra
R   Papa lagi galau trus suka ngambek nggak jelas

KendrAlexa
R   Kenapa?

AlexanyaKendra
R   Mama bilang gara-gara nungguin lamaran

KendrAlexa
R   Hah?! O... O...

AlexanyaKendra
R   Iya yank

KendrAlexa
R   Sayang, maaf ya, aku belum bisa kasih keputusan apa-apa :( Sumpah deh, aku mau banget nikahin
      kamu, tolong bilang Papa ya untuk bersabar, aku mau cari kerja tetap dulu jadi kita nikah nggak bikin
      susah

AlexanyaKendra
R   Hahahhahaahhaahahaahhaaaaaaaa......

KendrAlexa
R   Loh kok ketawa?

AlexanyaKendra
R   Papa nunggu lamaran dari Pak Sarwo, calon RW yang baru, Mama bilang, Papa udah dijanjiin mau
      dilamar untuk jadi wakilnya :))))

KendrAlexa
R   Apaaaaaaaaa????? Kirain....

AlexanyaKendra
R   *ketawagulinguling

KendrAlexa
R   Heehh....puas banget kamu ketawanyaaa.....ciuuuum nih yaaaaa...... :)))

AlexanyaKendra
R  Abisnya kamu lucu hihihiii..... Aku jadi kangen deh... *peluk



#13HariNgeblogFF

Minggu, 20 Januari 2013

"Untuk Kamu, Apa Sih Yang nggak Boleh?"


"Aku boleh suka sama kamu?"

"Boleh."

"Boleh kangen sama kamu?"

"Hmm.. Boleh juga."

"Kalau sayang sama kamu?"

"Boleh dong."

"Boleh pegang tangan kamu nggak?"

"Boleh kalau kita mau nyeberang bareng."

Aku tertawa.

"Aku boleh peluk juga nggak?"

"Peluk aku? Peluk Onyet aja ya."

Kamu menyodorkan boneka monyet kesayanganmu.

"Katanya kamu sayang sama aku, kok nggak boleh peluk?"

"Untuk kamu, apa sih yang nggak boleh?"

Kamu mengacak-acak rambutku.

"Kecuali satu, dan itu harus menunggu sampai kita menikah."

Kamu tersenyum menatapku.

"Ya ampun sayang, aku kan juga nggak mau merusak kamu, kamu pasti aku jaga baik-baik deh."

Aku mencubit pipimu gemas.

Kamu tersenyum sambil meringis.

Saat itu April di Belanda, bulan yang tepat untuk menikmati keindahan bunga-bunga warna warni bermekaran. Termasuk menikmati keindahan seorang Alexa di hadapanku. Cantik, pintar dan lucu. Tak kusengaja pula untuk menyatakan isi hatiku di bulan itu, bulan penuh bunga, seperti hatiku. Mengenal Alexa seperti menyeretku untuk lebih realistis pada hidup. Gadis cantik yang selalu hidup sederhana, tapi berkeinginan kuat untuk bersekolah tinggi, meski sambil bekerja di negeri orang. Kagum, itulah awalnya pandanganku terhadapnya. Aku pikir dengan kecantikannya ia adalah anak orang kaya yang disekolahkan di negeri orang tanpa embel-embel apapun. Tapi aku salah.

Kami berjalan menyusuri pinggir kanal sambil bercerita dan aku menenteng sepedaku. Sepeda inilah yang membuat kami tak sengaja berkenalan. Ban sepeda yang bocor dan tempat tambal ban yang jauh. Kala itu Alexa menghampiriku dan menawarkan bantuan untuk menambal ban ditempatnya karena ia memiliki peralatan sepeda yang lumayan lengkap. Dahulu ia sempat bersepeda namun karena pernah jatuh, ia memutuskan untuk menyimpan sepedanya di pojok ruangannya. Praktis setelah itu kami jadi sering bertemu lalu memutuskan untuk memiliki hubungan yang lebih serius. Hingga saat ini Kendra menimba ilmu di Jakarta, tak sedikitpun sikap Alexa berubah. 



#13HariNgeblogFF

Cintaku Mentok di kamu...



Dear Alexa sayangku,

Haruskah aku membalas e-mail mu ini? Padahal kamu tahu seberapa besar rasa sayangku padamu, seberapa banyak rinduku untukmu, dan seberapa mentok cintaku padamu? Lucu sebenarnya, karena selama kita pacaran, kita nggak pernah sekalipun berbalas e-mail apalagi berbalas pantun hahahaha…. Telepon, sms, bbm, watsapp, skype atau apapun itu, selalu sukses membunuh rindu kita meski hanya untuk sementara waktu.
Alexa, terima kasih untuk hadirnya kamu selama ini dalam hidup aku, dan untuk hadir secara mengejutkan di depan pintu kost ku :) Beneran deh, aku sama Arya kaget banget tiba-tiba melihat wujud kamu disini hahaha…. Alexa cantik, sabar ya, untuk semuanya. Untuk kerinduan terbesar kita, untuk cinta yang telah kita susun selama ini, dan untuk masa depan kita berdua. Pengorbanan sesungguhnya nggak akan pergi begitu saja dengan sia-sia. Aku yakin, jauhnya kita tak mungkin bisa membendung semua cinta kita yang semakin besar tiap detiknya. Terutama aku. Aku yang sudah terlalu nyaman bersamamu, aku yang sudah terlalu indah memandang hidup bersamamu. Tak mungkin aku membuangnya dengan percuma.

Jadi, cintamu mentok di aku nggak? :)


Big Hug n Kiss

Kendra

Bales Kangenku Dong!


Kendra sayang,

Kamu sedang apa? Senang deh bisa sama-sama kamu di Jakarta melepas rindu, menikmati jalan-jalan berdua sama kamu persis seperti kita masih di Belanda. Kangen banget suasana saat kita jalan bareng di Belanda kayak dulu. Bukan, bukan, bukan kaena Belanda nya tapi berdua kamunya itu loh :) Setahun belakangan ini kita kan nggak terlalu intens bisa sama-sama kayak dulu, kamu di Jakarta, aku di Belanda. Awalnya sulit banget buat aku, aku yakin kamu juga begitu. Tapi aku percaya, kamu sedikitpun nggak akan berubah. Itu yang aku rasakan waktu aku ke Jakarta sekaligus kasih kejutan ulang tahun untuk kamu. Gimana kejutannya, suka nggak? Awas kalau nggak suka... Hahaha.... Kejutan itu juga sebagai pelepas rasa rinduku yang sudah terlalu memuncak sama kamu. Kendra, kapan kamu kembali ke Belanda,? Sekedar membalas rasa kangenku ataupun kembali menetap seperti dulu. 


Big Hug n Kiss


Alexa



Kendra tersenyum membaca e-mail dari pacar tercintanya. Baru kali ini Alexa mengirimkan e-mail padanya, selama masa pacaran mereka yang telah bertahun-tahun. Ia mengerti betapa Alexa sangat merindukannya, tak beda jauh dengan isi hatinya. Kedatangan Alexa beberapa hari lalu sempat membuat dirinya terkejut, ia tak menyangka Alexa akan datang apalagi sekaligus untuk merayakan ulang tahunnya.

"Alexa sayang, aku akan selalu membalas rindumu, dengan atau tanpa aku kembali ke Belanda."




#13HariNgeblogFF

Kamis, 17 Januari 2013

Sambungan Hati Jarak Jauh


"Berat banget ya ternyata."

"Apanya?"

"Ya hubungan ini, aku nggak sangka akan jadi begini beratnya."

"Yang berat bagian mananya?"

"Bagian kangennya, kangen sama rambut kiwil-kiwilnya Alexa, kangen sama ketawanya, kangen sama sikapnya yang kadang bikin kesel, kangen marah-marahnya, kangen cemberutnya, ah... Alexa selalu bikin aku rindu serindu rindunya."

"Tinggal balik ke Belanda aja kok susah banget? Kamu udah disuruh pulang juga kan?"

"Pulang? Nggak segampang itu, apalagi aku udah janji untuk nggak pulang kecuali selesai kuliah dan punya kerjaan tetap."

Tiba-tiba telepon genggam Kendra berbunyi nyaring.

"Jadi harus berapa lama lagi aku ngejalanin sambungan hati jarak jauh ini sama kamu?!"

"Alexa..."

"Aku mau putus!"

"Jangan...!"

"Kenapa jangan?!"

"Kasih aku kesempatan untuk menyelesaikan kuliahku dulu."

"Aku kasih kesempatan sekarang, nggak ada waktu lain! Kalau kamu nggak buka pintu kamarnya, kita beneran putus aja!"

"Hah?! Maksudnya?"

Kendra panik segera membuka pintu kamar kost-nya. Arya bingung melihat sikap Kendra.

"Alexa?"

Alexa sedang berdiri di depan kamar Kendra tersenyum dengan manisnya.

"Aku kangen..." Alexa langsung memeluk Kendra.



#13HariNgeblogFF